mencari ketenangan dunia abadi

mencari ketenangan dunia abadi
~~ENJOYING YOUR TIME~~

Jumat, 18 Maret 2011

Yos Sudarso

Yos Soedarso
Laksamana Madya Yosaphat Soedarso (lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 24 November 1925 – meninggal di Laut Aru, 13 Januari 1962 pada umur 36 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Ia gugur di atas KRI Macan Tutul dalam pertempuran Laut Aru melawan armada Belanda pada masa kampanye Trikora. Hal yang kurang lazim adalah, sebagai seorang Kepala Staff Angkatan Laut tidak seharusnya ia ikut terjun langsung di dalam operasi tersebut. Namanya kini diabadikan pada sebuah KRI dan ambalan GERAKAN PRAMUKA pesisir tengah smkn1 krui

KRI Yos Sudarso (353)

Langsung ke: navigasi, cari
KRIYosSudarso353.JPG
KRI Yos Sudarso menembakkan Rudal permukan-ke-udara Sea Cat dalam sebuah latihan
Karier (ID) Bendera Indonesia
Pembuat: Koninklijke Maatschappij de Schelde
Mulai dibuat: 25 Juli 1963
Diluncurkan: 19 Juni 1965
Dibeli: 1987
Nama sebelumnya: Hr. Ms. Van Galen (F 803)
Status:
Karakteristik umum
Berat benanam: 2835 ton
Panjang: 113,4 x 12,5 x 4,2 meter
Lebar: 12,5 meter
Draught: Unknown
Tenaga penggerak: 30.000 hp
Kecepatan: 28,5 knot
Awak kapal: 183
Persenjataan: 2 x 11,4 cm meriam
2 x Seacat
1 x bom anti kapal selam
6 x mk 44 torpedo
1 x helikopter
KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal ketiga dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Yos Sudarso, salah seorang pahlawan nasional yang gugur diatas KRI Macan Tutul dalam pertempuran laut Aru pada masa kampanye Trikora.
KRI Yos Sudarso merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (F803) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.
Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Yos Sudarso antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Oswald Siahaan (354) KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356).
KRI Yos Sudarso memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.
    KRI Yos Sudarso dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  1. 8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan NPO Mashinostroyeniya SS-N-26 Yakhont dengan jangkauan maksimum 300 Km , berkecepatan 2,5 mach, berpemandu active-passive radar seeker dengan hulu ledak seberat 250 Kg.
  2. 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
  3. 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
  4. 2 Senapan mesin 12.7mm
  5. 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
KRI Yos Sudarso diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.
Memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma
Pada tanggal 10 hingga 11 Maret KRI Yos Sudarso 353 tergabung dalam satgas Aru Jaya melakukan operasi penghalauan terhadap kapal ferry Lusitania "si bedhes" Expresso yang bermaksud menuju Dilli, Timor timur tanpa izin. Operasi berhasil dilakukan tanpa ada peluru yang ditembakkan.

Tjoet Nyak Meutia

Cut Nyak Meutia
Tjoet Nyak Meutia (Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 - Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910) adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh
Awalnya Tjoet Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Tjik Tunong berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi.
Tjoet Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya dibawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Tjoet Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.
Tjoet Meutia kemudian bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukkannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Tjoet Meutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Dalam pertempuran itu Tjoet Njak Meutia gugur.
                                                 ~~~~####### ~~~~
        berkat jasa-jasanya kepada tanah air INDONESIA nama CUT MEUTIA dijadikan sebagai nama ambalan gerakan PRAMUKA kwaran pesisir tengah krui. smkn1 krui kab.lampung barat






Kepanduan


Logo Gerakan Kepanduan Dunia, WOSM (World Organization of Scout Movement)
Untuk nama gabungan gerakan kepanduan yang ada di Indonesia, lihat Gerakan Pramuka Indonesia.
Gerakan Kepanduan adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara dan teritori.


Sejarah

Pramuka di Monas

[sunting] Kelahiran Gerakan Kepanduan

Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.
Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.
Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.
Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah Pusat Pelatihan Kepemimpinan bagi Orang Dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Rovering to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.
Sekalipun Gerakan Kepanduan didirikan Baden-Powell, tetapi ia banyak terinspirasi Frederick Russell Burnham, org Amerika yg membantu Inggris di Afsel. Burnham banyak belajar tehnik hidup di alam bebas dr ayahnya yg menjadi pastor di tempat penampungan (reservasi) orang Indian. Burnham yg sukses menghadapi beberapa perang pemberontakan Indian, lalu pergi ke Afsel & berkenalan dg Baden-Powell di Perang Boer. Dari Burnham lah Baden-Powell menyusun berbagai ketrampilan2 dasar yg diperlukan seorang Boy Scout (Pandu). Terinspirasi org Indian. Selanjutnya di Gerakan Kepanduan, Burnham diangkat sebagai “Kepala Suku” pertama dari gerakan yg didirikan Baden-Powell. scout is game

[sunting] Perkembangan Gerakan Kepanduan

Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.
Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Chili ialah negara pertama diluar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.
Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.
Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.
Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud, yang kemudian berganti menjadi Brownies (Girl Guide) pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.
Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktekkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat Perang Dunia I, pendidikan woodbadge bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.

[sunting] Keanggotaan

Scouting 'round the world, 1977 edition
Sampai tahun 2005, terdapat lebih dari 28 juta anggota terdaftar kepanduan putra dan 10 juta anggota terdaftar kepanduan putri di seluruh dunia dari 216 negara dan teritori berbeda.
Daftar 20 besar negara-negara dengan jumlah anggota pramuka terbesar:
Negara Keanggotaan [1][2] Tahun Berdiri
Kepanduan Putra Kepanduan Putri
Amerika Serikat 9,500,000 1910 1912
Indonesia 8,100,000 1912 1912
India 3,700,000 1909 1911
Filipina 2,600,000 1910 1918
Thailand 1,400,000 1911 1957
Britania Raya 1,000,000 1907 1909
Bangladesh 950,000 1920 1928
Pakistan 570,000 1909 1911
Kenya 420,000 1910 1920
Korea 280,000 1922 1946
Kanada 260,000 1908 1910
Jerman 260,000 1910 1912
Jepang 240,000 1913 1919
Italia 210,000 1912 1912
Nigeria 160,000 1915 1919
Polandia 160,000 1910 1910
Prancis 150,000 1910 1911
Belgia 150,000 1911 1915
Hong Kong 150,000 1914 1916
Malaysia 140,000 1911 1916

[sunting] Gerakan Pramuka Indonesia

Presiden SBY Membuka Jambore Nasional VIII-2006
Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Lambang dari gerakan gerakan ini adalah bayangan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.

Kamis, 24 Februari 2011

Maaf, Saya Keliru

Seorang pastor bertanding golf dengan seorang suster. Sang pastor merasa sangat yakin dan PD bahwa dia akan menang telak menghadapi suster yang umurnya sudah cukup tua itu.
“Ayo, Suster, silahkan Suster mulai duluan …”
“Baik, Pastor. Berkati saya, Tuhan.”
Suster itu segera memukul bola golfnya dan ternyata masuk lubang dengan sukses. Sang Pastor terheran-heran.
“Silahkan, sekarang giliran Pastor.”
“Baik, Suster.”
Pastor memukul bolanya dan ternyata meleset jauh.
“Brengsek, sialan!” pastor itu mengumpat dengan keras.
“Pastor …? Mengapa mengeluarkan kata-kata kotor …?”
Pastor itu tersadar dan berkata,”Maaf, saya keliru, Suster.”
Giliran sang Suster memukul bola dan kembali berhasil. Pastor itu merasa tidak percaya dan semakin jengkel. Sewaktu dia memukul bolanya, kembali tidak berhasil. Meleset lagi.
“Sial, kampret!”
Suster itu kaget dan kembali mengingatkan sang pastor.
“Pastor, sebaiknya jangan ulangi kata-kata kotor itu lagi!”
“Maaf, saya keliru, Suster.”
Yang ketiga kalinya, sang suster kembali berhasil memasukkan bolanya, dan sang pastor menelan ludah karena kembali gagal.
“Bajingan, anjing!” tanpa disadari sang pastor mengumpat dengan rasa yang sangat marah.
“Cukup sudah, Pastor! Anda selalu berbicara kotor selama kita bermain golf! Anda seorang pastor, Tuhan pasti akan menghukum anda!” Suster itu sudah tidak tahan dengan kata-kata kotor yang diucapkan sang pastor.
Sang pastor kembali tersadar. Sambil menunduk, dia menunjukkan penyesalannya,”Maaf, saya keliru, Suster …”.
Tiba-tiba ada gemuruh halilintar yang maha dahsyat dan Tuhan pun muncul di hadapan mereka berdua.
“Pastor, Aku telah mendengarmu, kamu sering berbicara kotor. Kamu sama saja tidak memberi contoh yang baik bagi umatmu. Cukup sudah, Pastor!”
Tiba-tiba halilintar yang dahsyat turun dari langit dan mengenai seseorang diantara mereka. Ternyata suster tua itu yang hangus terkena halilintar.
Sang pastor sangat kaget dan tidak percaya. Dengan penuh ketakutan, dia bertanya kepada Tuhan ,”Mengapa Suster itu yang terkena halilintar, Tuhan? Mengapa bukan saya …?”
Jawab Tuhan,”Maaf, saya keliru …”.

Para artis yang pada rela berkorban

Sebuah pesawat udara , yang di penuhi artis artis indonesia, sedang
terbang untuk tour musik bersama .
Tiba tiba , mesin pesawat rusak satu .
” Pesawat kehilangan tenaga, kita bisa jatuh , cepat semua barang bawaan
harap di buang keluar ” perintah Pilot .
Setelah barang bawaan di buang pesawat bisa terbang lagi walau dengan
tiga mesin . Tapi sialnya tak lama mesin mati lagi . Kembali pesawat
kehilangan tenaga .
“Beban mesti di kurangi , harus ada yang rela berkorban ” kata pilot
Tak lama kemudaian Titiek Puspa berdiri ,
titiek puspa: “Saya yang paling senior,  saya
lakukan demi generasi muda ” .
Lalu dia melompat keluar Aaaaaa…….!!!!
Tapi pesawat masih tetap kekurangan tenaga , karena beban berat. Sang
pilot meminta supaya beban kembali dikurangi…
Lalu penyanyi , Ello , dengan gagah berdiri dan berkata
ello: ” Pergi untuk kembali ” ,
lalu dia juga melompat keluar Aaaaaaaaa……!!!!!
Sherina munaf : “Pergilah kau..!” (knp ni orang??)
Tapi pesawat tetap keberatan. “Masih ada satu orang harus berkorban” kata
pilot. Penumpang lain pun tampak pucat , ketakutan .
Dan beberapa orang melihat ke arah Anang & Syahrini…
Anang & Syahrini : “Jangan memilih aku”
Project pop : “Capek deh..!!”
Lalu Rhoma Irama berdiri, semua mata menatapnya.
Rhoma irama:” Demi moral bangsa ” katanya .
Lalu dia mendorong Inul daratista keluar pesawat…Aaaaaaa………!!!!
Yang lain berkata:
Blackout: “Resiko orang cantik..”
Bondan & fade2black: ”Ya sudahlah”
starHumor Hari Ini

Pantai Kodok

Di sekolah kami dirayakan acara kelulusan dengan liburan ke pantai (pantai kodok).
Ketika anak-anak sudah sampai ke tujuan, mereka langsung turun dan jalan-jalan menyusuri indahnya pantai.
Aku, Tono, dan Tino berjalan dengan asyik; tiba-tiba datanglah seorang nenek tua renta seraya berkata.
“Hai anak muda berhati-hatilah jika engkau berjalan, apabila kau sampai menginjak kodok, maka jodohmu akan JELEK! Camkan itu!!!!”
Terus kami berjalan, Eee.. tiba-tiba si Tono menginjak kodok, “ngeeeeek”.
Lalu mereka ingat pesan sang nenek,
“Aduh!! Entar jodohku jelek dong!” kata si Tono dengan muka sedih.
Lalu kami teruskan jalan-jalan, tidak lama kemudian, giliran si Tino yang nginjek kodok “ngeeeeek” terus si Tino berkata:
“Aduh, pasti entar bini gw jelek juga dong?? ;-( ” kata si Tino
Teman-teman aku gak rela kalau aku gak nginjek kodok juga, mereka memaksa aku supaya nginjek kodok juga, tapi gak berhasil.
Tiba-tiba datanglah seorang cewek cantik, semok aduhai, Julia Perez, Revalina S Temat, Nadin Candra Winata, Sandra Dewi, pokoknya kalah deh sama kecantikan si cewek itu.
Lalu aku kenalan ama cewek itu, ngobrol and ngobrol, akhirnya kita jadian deh. Duh senengnya hatiku dapat cewek seperti bidadari itu. (L) Berhubung hari udah sore kita pulang, tapi aku tetep selalu kontek terus. (T)
Satu bulan kemudian, Tino dan Dono ketemuan ama cewek yang seksi n bohai tadi yang ternyata ngasih undangan kepada mereka. Mereka langsung syok!!
“Masa’ sih kalian mau nikah, kamu kan cantik segala-galanya dan untuk mendapatakan lebih dari dia kan mudah, kenapa kamu mau ama dia??? :-O ” kata Tono dan Tino dengan terheran-heran.
Terus si cewek menjawab:
“Begini ceritanya, waktu aku liburan ke pantai, aku ga’ sengaja nginjek kodok.
Katanya kalau nginjek kodok jodohnya JELEK!! :(”
Tino dan Tino langsung terpingkal-pingkal. :-D
:-(
star
Tono sedang duduk dan curhat sama Budi:

Tono: "Akhirnya aku putus sama Dina..."
Budi: "Lha kamu kenapa putus? Bukannya sudah pernah sepakat mau menikah?"
Tono: "Iya, tetapi batal."
Budi: "Kenapa?"
Tono: "Beda keyakinan..."
Budi: "Beda agama gitu?"
Tono: "Bukan, aku berkeyakinan bahwa aku ganteng, tapi si Dina tidak yakin..."
Sent by: e-ketawa on Feb 9th, 2011 | Rate it and send to friend

MITOS Kebiasaan Tokoh-Tokoh di China

Category: Humor Politik

Inilah MITOS Kebiasaan tokoh-tokoh di China:

Merokok, tetapi tidak minum arak, Lin Biau meninggal umur 63 tahun.

Minum arak tapi tdk merokok, Zhou En Lai meninggal umur 73 tahun.

Merokok, dan minum arak, Mao Ze Dong meninggal umur 83 tahun.

Merokok, minum arak, dan main kartu, Deng Xiao Pin meninggal umur 94 tahun.

Merokok, minum arak, main kartu, main cewek (punya bini muda), Zhang Xue Liang meninggal 103 tahun.

TIDAK merokok, TIDAK minum arak, TIDAK main kartu, TIDAK main cewek, Lei Feng meninggal muda umur 23 tahun!